Langsung ke konten utama

Kabar Gembira Pemburu Diskon Transportasi Online


BILETUK -- Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi sempat mengeluarkan statement penghapusan dan pelarangan diskon atau promo yang jasa transportasi online seperti Grab dan Gojek terapkan. Peryataan tersebut membuat masyarakat resah, terutama pengguna jasa transportasi online.

Padahal penerapan diskon atau promo merupakan strategi untuk menarik minat konsumen. Dan nyatanya konsumen menyambut dengan baik adanya diskon atau promo tersebut. Terbukti banyak masyarakat yang merasa keberatan apabila diskon-diskon tersebut dihilangkan. Begitupun dengan saya.

Perusahaan transportasi online mempunyai cara tersendiri untuk menerapkan diskon atau promo. Biasanya Grab atau Gojek menggunakan voucer elektronik. Ada juga pemangkasan tarif perjalanan dengan menggunakan aplikasi dompet digital yang keduanya miliki, Grab mempunyai OVO sedangkan Gojek ada Go-Pay.


Ilustrasi: shiftindonesia.com

Alasan-Alasan


Adapun alasan penghapusan diskon atau promo adalah untuk menyelamatkan usaha-usaha lain yang sejenis. Mungkin ada alasan lain seperti pemerintah sengaja membuat peraturan penghapusan diskon dan promo agar pengguna enggan menggunakan trasportasi online dan beralih menggunakan transportasi umum. Tapi memangnya transportasi umum atau konvensional sudah memadai? Mungkin iya di Jakarta, Lalu, bagaimana dengan kota-kota lain?

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) pun melihat kekhawatiran akan timbulnya persaingan tidak sehat seperti Pedatory Pricing, yaitu bentuk strategi yang dilakukan pelaku usaha untuk menjual produk dengan harga yang rendah. Yang nantinya akan mematikan salah satu pesaingnya.
Memang terlihat sih, bagaimana gencarnya Grab melakukan diskon atau promo daripada Gojek. Dibanding Gojek, Grab lebih sering dan lebih sadis dalam menerapkan diskon. Masa iya sekali perjalanan dengan Grab dan menggunakan OVO, pengguna cukup membayar tarif sebesar 1 Rupiah. Edan, Gimana pengguna tidak tergiur dan gimana Gojek tidak ketar-ketir.

Gojek mempunyai alasan tersendiri tidak bisa menerepakan strategi promo yang ektrem seperti Grab karena menurut Vice President Corporate Comunication Gojek Michael Reza Say hal tersebut dapat mempengaruhi keberlangsungan industri, terutama dari segi kualitas pelayanan.

Apakah sebenarnya pemerintah sedang melindungi Gojek yang notebenenya adalah perusahaan teknologi di bidang jasa transportasi milik Indonesia agar tidak dikalahkan oleh Grab milik perusahaan Singapura? Caranya ya dengan menghapus diskon yang sangat gencar dilakukan Grab dengan begitu Gojek akan tetap bertahan.

Namun, rencana penghapusan diskon atau promo yang membuat masyarakat resah nyatanya batal dilaksanakan. Hal tersebut menjadi angin segar bagi pemburu diskon dan pengguna jasa layanan transportasi online.

Alasan pembatalan penghapusan diskon atau promo transportasi online menurut Budi Setiyadi adalah ternyata pihaknya tidak memiliki wewenang untuk mengatur hal tersebut. Pihak yang lebih berwenang adalah KKUP.

Daripada menghapus diskon atau promo lebih baik pemerintah mengatur tarif transportasi online saja yang hingga saat ini masih ngambang. Atau jangan dihapus diskon atau promonya, tetapi lebih baik diperbaiki dan diatur saja sistemnya. Misal, memberikan tenggat waktu untuk diskon, atau bisa memberikan potongan harga yang tidak terlalu ekstrem.


Siapa nih yang suka pakai diskon perjalanan ojek online? jadi, apa tanggapan kalian?

Komentar

  1. Nice artikel! Jangan lupa berkunjung juga hehehe

    BalasHapus
  2. Semoga diskonnya ga diapus. Bisa rugi bandar saya kl kuliah naik ojol mahal huhuhu.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudah Minum Kopi tapi Masih Mengantuk

https://celetukbilbil.blogspot.com/2019/10/sudah-minum-kopi-tapi-masih-mengantuk.html BILETUK - Bagi sebagian orang kopi merupakan sebuah kebutuhan. Terutama bagi mereka yang membutuhkan energi lebih ketika sedang berkutat dengan pekerjaannya. Dengan meneguk segelas kopi maka kafein dalam kopi dapat berguna untuk mengurangi rasa kantuk sehingga dapat meningkatkan performa kerja seseorang . Mekanisme kerja kafein dalam tubuh adalah menyaingi fungsi adenosin (salah satu senyawa yang dalam sel otak bisa membuat orang cepat tertidur). Selain berguna sebagai penghilang rasa kantuk, ternyata ada fakta tentang kopi yang harus kalian tahu. Kopi Tidak Mengusir Rasa Kantuk Nah, ada beberapa faktor kopi tidak bisa mengusir rasa kantuk, lho, yaitu ·          P ertama , tubuh kita sulit untuk menerima kafein karena adanya gangguan saraf. Hal tersebut dipicu karena z at kafein dan senyawa adenosin memiliki sifat yang mirip sehingga ...

Pengalaman Pertama Nonton Konser

BILETUK -- Masih dalam nuansa perayaan ulang tahun Ibukota Indonesia, Jakarta. Tepat pada Selasa, 25 Juni 2019, band musik yang cukup legendaris Sheila On 7 akan menjadi pengisi acara konser musik di Pekan Raya Jakarta (PRJ). Sudah dari jauh hari aku mengetahui bahwa Sheila ON 7 akan tampil, dan aku sudah mengajak ketiga temanku untuk menonton konsernya. Akhirnya berangkatlah kami berempat menuju PRJ menggunakan sepeda motor selepas azan Isya.  Kami sempat terjebak macet di dekat pintu masuk PRJ, di sana sudah banyak sekali massa yang datang memadati parkiran PRJ. Aku pikir karena masih sore tidak akan terjebak antrean, ternyata perkiraanku salah.   Foto: sheilaon7.com  Kami masuk ke area pameran dan berjalan terus ke arah panggung utama. Dari kejauhan kami sudah melihat banyak sekali massa yang berkumpul padahal Sheila On 7 akan tampil sekitar satu jam lagi. Kami berjalan mengikuti arus, dan sampailah kami di kerumunan orang-orang yang sedang menanti ko...