Langsung ke konten utama

Postingan

Sudah Minum Kopi tapi Masih Mengantuk

https://celetukbilbil.blogspot.com/2019/10/sudah-minum-kopi-tapi-masih-mengantuk.html BILETUK - Bagi sebagian orang kopi merupakan sebuah kebutuhan. Terutama bagi mereka yang membutuhkan energi lebih ketika sedang berkutat dengan pekerjaannya. Dengan meneguk segelas kopi maka kafein dalam kopi dapat berguna untuk mengurangi rasa kantuk sehingga dapat meningkatkan performa kerja seseorang . Mekanisme kerja kafein dalam tubuh adalah menyaingi fungsi adenosin (salah satu senyawa yang dalam sel otak bisa membuat orang cepat tertidur). Selain berguna sebagai penghilang rasa kantuk, ternyata ada fakta tentang kopi yang harus kalian tahu. Kopi Tidak Mengusir Rasa Kantuk Nah, ada beberapa faktor kopi tidak bisa mengusir rasa kantuk, lho, yaitu ·          P ertama , tubuh kita sulit untuk menerima kafein karena adanya gangguan saraf. Hal tersebut dipicu karena z at kafein dan senyawa adenosin memiliki sifat yang mirip sehingga ...
Postingan terbaru

LANGIT CERAH DI ATAS ATAP MERAH

Foto: Nabila Damaan

Indonesia Digdaya: “UU MD3 menghalangi kritis”

BILETUK—Indonesia Digdaya mewakili aspirasi orang-orang terutama seniman yang menyayangkan disahkannya UU MD3, bentuk ekpresi kekecewaan yang disuarakan melalui karya baik puisi, orasi, maupun nyanyian. Foto: kisspng.com Anto Baret, Ketua Komunitas Pengamen Jalanan (KPJ) mengadakan sebuah acara dengan tajuk Indonesia Digdaya. Dalam acaranya Anto Baret “mendeklarasikan” bahwa Indonesia Digdaya tidak menyetujui UU MD3. “Indonesia Digdaya dengan demikian menolak UU MD3 oleh karena tidak diperlukan lagi,” ujar Anto Baret. Anto Baret melanjutkan deklarasi, “Indonesia yang tak gentar dipolisikan karena berani menyatakan pendapat. Dengan ini Indonesia Digdaya   menyatakan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sungguhlah solid, elok, dan mulia sehingga tidak perlu dikritik apalagi dihina,” ujarnya sambil menunjukan sedikit senyuman. Acara Indonesia Digdaya menjadi tempat Anto dan kawan-kawan sesama seniman menyuarakan pendapat mereka tentang UU MD3. Setelah mendengarkan dekla...

Pengalaman Pertama Nonton Konser

BILETUK -- Masih dalam nuansa perayaan ulang tahun Ibukota Indonesia, Jakarta. Tepat pada Selasa, 25 Juni 2019, band musik yang cukup legendaris Sheila On 7 akan menjadi pengisi acara konser musik di Pekan Raya Jakarta (PRJ). Sudah dari jauh hari aku mengetahui bahwa Sheila ON 7 akan tampil, dan aku sudah mengajak ketiga temanku untuk menonton konsernya. Akhirnya berangkatlah kami berempat menuju PRJ menggunakan sepeda motor selepas azan Isya.  Kami sempat terjebak macet di dekat pintu masuk PRJ, di sana sudah banyak sekali massa yang datang memadati parkiran PRJ. Aku pikir karena masih sore tidak akan terjebak antrean, ternyata perkiraanku salah.   Foto: sheilaon7.com  Kami masuk ke area pameran dan berjalan terus ke arah panggung utama. Dari kejauhan kami sudah melihat banyak sekali massa yang berkumpul padahal Sheila On 7 akan tampil sekitar satu jam lagi. Kami berjalan mengikuti arus, dan sampailah kami di kerumunan orang-orang yang sedang menanti ko...

Wajah Baru Sunter

Kali sunter di siang hari. Foto: NabilaDamaan Walaupun terlihat jelas perbedaan status sosial, tetapi gambar yang tertangkap oleh mata adalah berwarna.

Hijaunya Alun-Alun Kota Bandung

BILETUK --Kota Kembang dan Paris Van Java adalah julukan yang melekat untuk kota Bandung. Setiap kota besar seperti kota Bandung pasti mempunyai ruang publik yang biasa dijadikan warga baik untuk berkumpul bersama teman dan sanak- saudara maupun tempat untuk sekadar berjalan-jalan. Warga Bandung patut bersyukur nih karena mereka sudah memiliki ruang publik tersebut, yaitu Alun-alun kota Bandung. Terletak di jalan Asia Afrika, Alun-alun kota Bandung dekat dengan pusat belanja Pasar Baru Trade Center, Museum Bandoeng Tempo Doeloe, dan Jalan Barga. Alun-alun sendiri adalah sebuah tanah yang sengaja dijadikan pusat dari sebuah kota dan biasanya memiliki keunikan tersendiri. Seperti Alun-alun kota Bandung ini, hijaunya rumput-rumput sintentis membentuk pola yang beragam menghiasi tanah luas di depan Masjid Raya Kota Bandung. Di lapangan tersebut warga biasanya berkumpul dan bermain. Keadaan Alun-Alun Kota Bandung yang dipenuhi pengunjung. Foto: NabilaDamaan “Uni...

Kabar Gembira Pemburu Diskon Transportasi Online

BILETUK -- Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi sempat mengeluarkan statement penghapusan dan pelarangan diskon atau promo yang jasa transportasi online seperti Grab dan Gojek terapkan. Peryataan tersebut membuat masyarakat resah, terutama pengguna jasa transportasi online. Padahal penerapan diskon atau promo merupakan strategi untuk menarik minat konsumen. Dan nyatanya konsumen menyambut dengan baik adanya diskon atau promo tersebut. Terbukti banyak masyarakat yang merasa keberatan apabila diskon-diskon tersebut dihilangkan. Begitupun dengan saya. Perusahaan transportasi online mempunyai cara tersendiri untuk menerapkan diskon atau promo. Biasanya Grab atau Gojek menggunakan voucer elektronik. Ada juga pemangkasan tarif perjalanan dengan menggunakan aplikasi dompet digital yang keduanya miliki, Grab mempunyai OVO sedangkan Gojek ada Go-Pay. Ilustrasi:  shiftindonesia.com Alasan-Alasan Adapun alasan penghapusan diskon atau promo adalah unt...