Langsung ke konten utama

Indonesia Digdaya: “UU MD3 menghalangi kritis”

BILETUK—Indonesia Digdaya mewakili aspirasi orang-orang terutama seniman yang menyayangkan disahkannya UU MD3, bentuk ekpresi kekecewaan yang disuarakan melalui karya baik puisi, orasi, maupun nyanyian.

Foto: kisspng.com

Anto Baret, Ketua Komunitas Pengamen Jalanan (KPJ) mengadakan sebuah acara dengan tajuk Indonesia Digdaya.

Dalam acaranya Anto Baret “mendeklarasikan” bahwa Indonesia Digdaya tidak menyetujui UU MD3. “Indonesia Digdaya dengan demikian menolak UU MD3 oleh karena tidak diperlukan lagi,” ujar Anto Baret.

Anto Baret melanjutkan deklarasi, “Indonesia yang tak gentar dipolisikan karena berani menyatakan pendapat. Dengan ini Indonesia Digdaya  menyatakan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sungguhlah solid, elok, dan mulia sehingga tidak perlu dikritik apalagi dihina,” ujarnya sambil menunjukan sedikit senyuman.

Acara Indonesia Digdaya menjadi tempat Anto dan kawan-kawan sesama seniman menyuarakan pendapat mereka tentang UU MD3. Setelah mendengarkan deklarasi dari Anto Baret acara di lanjutkan dengan Totok Prawoto yang tampil sebagai pemadu Indonesia Digdaya.

Banyak seniman yang datang dan menyuarakan kekecewaan mereka terhadap wakil rakyat yang melalui UU MD3 tidak mau dikritik dalam menjalankan kinerjanya. Contohnya adalah ketika Totok Prawoto, Andi Baret, dan Harry Tjahjono  menampilkan sebuah pertunjukan tingkah para wakil rakyat  yang enggan menerika kritikan.

Dan dilanjutkan oleh aksi Jodhi Yudono menampilkan sebuah musikalisasi puisi dengan iringan gitarnya. “UU MD3 menghalangi kritis,” salah satu cuplikan puisi yang Jodhi nyanyikan.

Indonesia Digdaya juga menghadirkan Amin Kamil, seorang seniman yang tampil dengan menggunakan kaos oblong berwarna hitam, celana jeans bolong-bolong membacakan puisi dengan iringan musik aliran metal. Amin Kamil dengan energik melompat ke sana-kemari sambil terus membacakan puisi dengan suara yang lantang.

Selain puisi, dan musikalisasi puisi Indonesia Digdaya juga menyuguhkan penampilan dari Atok Lobot yang membawakan dua buah lagu berjudul Tempe Bonglek, dan Serenada.
Acara yang berlangsung di Warung Apresiasi (Wapres), Bulungan, Jakarta semakin malam semakin banyak pengunjung yang berdatangan. Indonesia Digdaya berakhir dengan penampilan salah satu penyanyi, yaitu Tony Q yang menyanyikan lagu Negeri Sulap, Kongkalingkong, dan Jangan Kuatir.



kalian juga setuju gak adanya UUMD3?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudah Minum Kopi tapi Masih Mengantuk

https://celetukbilbil.blogspot.com/2019/10/sudah-minum-kopi-tapi-masih-mengantuk.html BILETUK - Bagi sebagian orang kopi merupakan sebuah kebutuhan. Terutama bagi mereka yang membutuhkan energi lebih ketika sedang berkutat dengan pekerjaannya. Dengan meneguk segelas kopi maka kafein dalam kopi dapat berguna untuk mengurangi rasa kantuk sehingga dapat meningkatkan performa kerja seseorang . Mekanisme kerja kafein dalam tubuh adalah menyaingi fungsi adenosin (salah satu senyawa yang dalam sel otak bisa membuat orang cepat tertidur). Selain berguna sebagai penghilang rasa kantuk, ternyata ada fakta tentang kopi yang harus kalian tahu. Kopi Tidak Mengusir Rasa Kantuk Nah, ada beberapa faktor kopi tidak bisa mengusir rasa kantuk, lho, yaitu ·          P ertama , tubuh kita sulit untuk menerima kafein karena adanya gangguan saraf. Hal tersebut dipicu karena z at kafein dan senyawa adenosin memiliki sifat yang mirip sehingga ...

Pengalaman Pertama Nonton Konser

BILETUK -- Masih dalam nuansa perayaan ulang tahun Ibukota Indonesia, Jakarta. Tepat pada Selasa, 25 Juni 2019, band musik yang cukup legendaris Sheila On 7 akan menjadi pengisi acara konser musik di Pekan Raya Jakarta (PRJ). Sudah dari jauh hari aku mengetahui bahwa Sheila ON 7 akan tampil, dan aku sudah mengajak ketiga temanku untuk menonton konsernya. Akhirnya berangkatlah kami berempat menuju PRJ menggunakan sepeda motor selepas azan Isya.  Kami sempat terjebak macet di dekat pintu masuk PRJ, di sana sudah banyak sekali massa yang datang memadati parkiran PRJ. Aku pikir karena masih sore tidak akan terjebak antrean, ternyata perkiraanku salah.   Foto: sheilaon7.com  Kami masuk ke area pameran dan berjalan terus ke arah panggung utama. Dari kejauhan kami sudah melihat banyak sekali massa yang berkumpul padahal Sheila On 7 akan tampil sekitar satu jam lagi. Kami berjalan mengikuti arus, dan sampailah kami di kerumunan orang-orang yang sedang menanti ko...

Kabar Gembira Pemburu Diskon Transportasi Online

BILETUK -- Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi sempat mengeluarkan statement penghapusan dan pelarangan diskon atau promo yang jasa transportasi online seperti Grab dan Gojek terapkan. Peryataan tersebut membuat masyarakat resah, terutama pengguna jasa transportasi online. Padahal penerapan diskon atau promo merupakan strategi untuk menarik minat konsumen. Dan nyatanya konsumen menyambut dengan baik adanya diskon atau promo tersebut. Terbukti banyak masyarakat yang merasa keberatan apabila diskon-diskon tersebut dihilangkan. Begitupun dengan saya. Perusahaan transportasi online mempunyai cara tersendiri untuk menerapkan diskon atau promo. Biasanya Grab atau Gojek menggunakan voucer elektronik. Ada juga pemangkasan tarif perjalanan dengan menggunakan aplikasi dompet digital yang keduanya miliki, Grab mempunyai OVO sedangkan Gojek ada Go-Pay. Ilustrasi:  shiftindonesia.com Alasan-Alasan Adapun alasan penghapusan diskon atau promo adalah unt...